Just another free Blogger theme

Random Posts

blog tes ombak

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

JamoSiko

Kontributor

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Penayangan bulan lalu

Find Us On Facebook

Random Posts

Recent Posts

Video Of Day

Popular Posts

Cari Blog Ini

Arsip Blog

iklan

Iklan

About

Selamat datang di blog ini 👋 Blog ini saya buat sebagai ruang berbagi ilmu, inspirasi, dan kemanfaatan. Di sini kamu bisa menemukan: Kultum singkat yang mudah dipahami dan bisa langsung dibawakan di berbagai kesempatan. Khutbah Jumat dengan tema-tema aktual dan penuh nasihat. Kisah Islami dari para ulama, sahabat, dan tokoh teladan yang bisa jadi motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Link PDF untuk memudahkan kamu mendownload materi yang bisa langsung dipakai. Template desain (powerpoint, brosur, spanduk, dll.) untuk menunjang berbagai kegiatan. Tujuan saya sederhana: semoga blog ini bisa jadi sumber referensi praktis bagi pelajar, mahasiswa, guru, khatib, dan siapa pun yang ingin menyampaikan pesan kebaikan dengan cara yang lebih mudah dan menarik. Terima kasih sudah mampir 🙏 Semoga apa yang ada di sini bermanfaat, menjadi amal jariyah, dan menginspirasi kita semua untuk terus belajar serta berbagi.

Random Posts

Recent Posts

Find Us On Facebook

Kamis, 18 September 2025

Dalam sejarah tasawuf, ada satu nama yang selalu dikenang: Dzun Nun al-Mishri (w. 859 M). Beliau berasal dari Mesir dan dikenal sebagai salah satu sufi besar yang hidup dengan penuh cinta kepada Allah. Namanya sering disebut dalam kitab Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim al-Ashfahani.

Jejak Kehidupan

Dzun Nun bukan hanya seorang ahli ibadah, tapi juga seorang yang cerdas dan penuh kebijaksanaan. Ia banyak berkelana, menuntut ilmu, dan bertemu dengan ulama-ulama besar pada zamannya. Karena keluasan ilmunya, beliau sering dijadikan tempat bertanya oleh para pencari ilmu dan para pejalan ruhani.

Tuduhan dan Penjara

Pernah suatu ketika, Dzun Nun dituduh menyebarkan ajaran sesat. Ia ditangkap dan dipenjara. Namun, justru di dalam penjara, banyak orang mendatanginya untuk meminta nasihat. Sikap sabar dan kata-katanya yang penuh hikmah membuat orang-orang sadar bahwa beliau adalah wali Allah yang sejati. Akhirnya, para ulama besar membenarkan keilmuannya dan namanya kembali dimuliakan.

Hikmah Dzun Nun

Salah satu ucapannya yang terkenal adalah ketika beliau ditanya: “Dengan apa seorang hamba bisa mengenal Tuhannya?”
Dzun Nun menjawab:
👉 “Dengan tiga hal: meninggalkan dunia, mengamalkan ilmu, dan mengatur amal sesuai dengan syariat.”

Jawaban ini sederhana, tapi mendalam. Beliau menekankan bahwa jalan menuju Allah bukan sekadar ibadah lahiriah, tapi juga kesungguhan hati dalam membersihkan niat, menjauhi kesenangan dunia yang melalaikan, serta menjaga amalan agar sesuai dengan tuntunan agama.

Warisan Spiritual

Dzun Nun al-Mishri meninggalkan jejak yang besar dalam dunia tasawuf. Dari beliau, kita belajar tentang kesabaran menghadapi ujian, kesetiaan dalam ibadah, dan ketulusan cinta kepada Allah. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak generasi setelahnya.


✍️ Pelajaran untuk kita:
Dzun Nun mengajarkan bahwa ibadah sejati adalah ketika hati benar-benar terikat kepada Allah, bukan hanya karena kebiasaan atau formalitas.


Download : Terjemah Hilyatul Auliya

Download Full


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar